Dukung program Green School

Jadikan SMK Tamansiswa 2 Jakarta

Sekolah Yang berwawasan Lingkungan

PESAN MINGGUAN KEPALA SEKOLAH

TETAP BERSEMANGAT UNTUK MENDIDIK ANAK BANGSA

DAN TINGKATKAN PROFESIONALITAS SEBAGAI SEORANG GURU

 PENGUMUMAN

SMK Tamansiswa 2 Jakarta

Menerima peserta didik baru untuk tahun 2010/2011

segera daftar ke Jl. garuda No. 44 Kemayoran

Hubungi Panitia PDB 021-4208347

News

Mayoritas Guru Belum Terapkan Pendidikan Karakter

2009-10-15 08:25
  JAKARTA, KOMPAS.com - Selama ini pendidikan karakter yang kebanyakan dijalankan di sekolah hanya berbentuk konseling oleh guru Bimbingan dan Penyuluhan (BP), belum menyentuh secara optimal dalam kurikulum. "Mayoritas guru belum punya kemauan untuk melakukan itu. Kesadaran sudah ada,...
>>

Kelulusan Perlu Perhitungkan Hasil Belajar 3 Tahun

2009-10-15 08:11
JAKARTA, KOMPAS.com — Penilaian kelulusan siswa dari SD, SMP, dan SMA/sederajat diminta memperhitungkan proses pembelajaran siswa selama bersekolah. Penilaian yang lebih menyeluruh tersebut dinilai lebih efektif memotivasi belajar siswa dan guru karena tidak ada mata pelajaran tertentu yang...
>>

 Penyejuk Hati

Ikhlas adalah satu kata yang sangat mudah diucapkan oleh setiap orang, termasuk orang munafik dan kafir sekalipun. Tetapi sejatinya kata inilah yang paling berat dan paling sulit untuk direalisasikan. Terkadang para dai mampu menjaga keikhlasan di awal perjalanan, tetapi di tengah jalan berbagai macam ujian dan cobaan menghadangnya sehingga dia menjadi kendur, luntur dan jatuh kecebur sumur riya’ dan ujub. Na’udzubillahi min dzaalik.

Akumulasi dari hati yang bersih dan akhlak yang terpuji menyatu pada keikhlasan. Sementara, tanpa keikhlasan tidak ada lagi hati dan akhlak. Hati kosong dan gersang menjadi sarang penyakit. Mulut berbusa mengeluarkan kata-kata tanpa makna. Anggota badan bekerja bagai robot kasar tanpa rasa dan hati. Sampai-sampai orang yang sekaliber Umar bin Abdul ‘Aziz r.a. pun sangat takut akan penyakit riya’. Ketika ia berceramah kemudian muncul rasa takut dan penyakit ujub, segera ia memotong ucapannya. Dan ketika menulis karya tulis dan takut ujub, maka segera merobeknya. Lalu bagaimana mungkin seorang yang disebut dai berceramah berlama-lama sementara panggilan adzan tidak dihiraukan dengan alasan yang sepele: Tanggung! Ingat, “Kemudian datanglah setelah mereka, pengganti yang mengabaikan shalat dan mengikuti keinginannya (syahwat), maka mereka kelak akan tersesat.” (Maryam: 59)

Keikhlasan merupakan mutiara teramat mahal yang harus dimiliki setiap mukmin dan para dai. Mutiara yang harus senantiasa dibersihkan dari berbagai macam kotoran dan debu. Apalagi bagi qiyadah dakwah. Jundiyah muthi’ah (ketentaraan yang taat) dan qiyadah mukhlishoh (kepemimpinan yang ikhlas) itulah kedua pilar utama gerakan Islam. Keduanya harus berjalan secara padu dan harmonis untuk meraih kesuksesan harakah dakwah di medan kehidupan.

Keikhlasan membuat beban menjadi ringan, kesusahan menjadi hiburan, musibah menjadi pembersih hati, penjara menjadi pesantren, pengusiran menjadi rihlah gerakan, harta menjadi jalan kontribusi yang signifikan, dan kekuasaan menjadi amanah perjuangan. Sungguh indah kata-kata mutiara Ibnu Taimiyah yang diungkapkan secara jujur, “Penahananku adalah perenungan, pengusiranku adalah tamasya, dan pembunuhanku adalah syahid.”

Ketamansiswaan

Sistem Among Mendidik sikap merdeka lahir-batin

2009-04-28 08:42
Ditulis oleh Ki Priyo Dwiarso    Jumat, 28 Maret 2008 Bapak Pendidikan Nasional Ki Hadjar Dewantara merangkum konsep yang dikenal dengan istilah Among Methode...
>>

Search site

Designed by : Ki Rohmatulloh_TKJ_tamsis2jkt© 2009 All rights reserved.

How to build a free website :: Webnode